Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

21 April 2010

DIBUTUHKAN SEGERA TENAGA AHLI PERENCANAAN PARTISIPATIF ( TAPP )




Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK), memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif (TAPP) sebanyak 16 orang, dengan kriteria:
  1. Warga Negara Indonesia
  2. Sarjana (S1) Jurusan Arsitektur/Perancangan Kota (Planologi) , telah lulus minimal 3 Tahun
  3. Berpengalaman minimal 3 tahun dalam proyek perencanaan permukiman kota atau perencanaan tata ruang kota atau RTBL
  4. Memiliki pengalaman proyek perencanaan/perancangan (pembangunan kawasan) dengan pendekatan partisipatif minimal 1 tahun
  5. Menguasai minimal program microsoft office, Coreldraw dan Autocad 2D/, 3D Max
  6. Memiliki komitmen dan kemampuan berkoordinasi
  7. Memiliki kreatifitas dan inovasi dibidang perencanaan pembangunan permukiman
  8. Bersedia ditugaskan dan bertempat tinggal di lokasi proyek (16 Kelurahan/Desa)
Lamaran Lengkap dikirimkan lewat pos atau Email ke:

Sekretariat PLP-BK Kabupaten Batang
Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan
Jl. Tentara Pelajar No. 1 Batang Provinsi Jawa Tengah 51215
Email: korkabbatang@gmail.com

Lamaran diterima Tim Seleksi PLP-BK paling lambat
29 April 2010
Jam 15.00 WIB

(Diperpanjang semula tanggal 26 April 2009)

Bagi peserta yang memenuhi persyaratan administrasi akan dihubungi oleh panitia untuk mengikuti proses tahapan berikutnya
( Tes wawancara, kompetensi dan Keahlian tanggal 4 Mei 2010).


Tim Seleksi PLP-BK
Kabupaten Batang


Daftar lokasi Desa / Kelurahan PLP-BK (ND)

No

Desa / Kelurahan

Nama BKM

Kecamatan

1.

Proyonanggan Utara

Bina Usaha Mandiri

Batang

2.

Cepoko Kuning

Cepoko Makmur

Batang

3.

Kalipucang Kulon

Sumber Rejeki

Batang

4.

Kalipucang Wetan

Barokah

Batang

5.

Karanganyar

Berkah Jaya

Batang

6.

Kecepak

Lestari

Batang

7.

Candiareng

Tunas Harapan

Warungasem

8.

Sijono

Sejahtera

Warungasem

9.

Cepagan

Cepaka Putih

Warungasem

10.

Sawahjoho

Rama

Warungasem

11.

Kalibeluk

Bahagia

Warungasem

12.

Kaliwareng

Sumber Rejeki

Warungasem

13.

Pejambon

Bersatu

Warungasem

14.

Sariglagah

Lancar

Warungasem

15.

Pesaren

Sejahtera

Warungasem

16.

Sidorejo

Amanah

Warungasem


15 March 2010

Menapak Mimpi Menuai Harapan Hari Esok

Desa Rowobelang adalah salah satu desa di- kecamatan Batang, Kab. Batang yang terletak kurang lebih 4 (empat) kilometer dari kota kabupaten Batang/alun-alun ke selatan menuju kecamatan Wonotunggal dan kec. Bandar. Desa Rowobelang terbagi 3 (tiga) pedukuhan, antara lain pedukuhan Tembelang, Rowosuko dan Krengseng, dari 3 (tiga) pedukuhan tersebut terdapat 11 (sebelas) RT dan 3 (tiga) RW.
Tahun 2007 desa Rowobelang mendapat alokasi dana dari BLM PNPM-P2KP sebesar RP. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), tepatnya bulan April 2007 dari Tim Faskel mengadakan Sosialisasi Awal (Soswal) kepada warga masyarakat di tiap RT/basis yang dilanjutkan pada Lokakarya tingkat desa.
Dari se
kian usulan warga terhadap program P2KP melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) SUMBER MAKMUR, salah satunya adalah kegiatan pembangunan jalan dengan konstruksi perkerasan jalan lapis penetrasi (Lapen) dengan nama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ”MENTARI 2” diwilayah Tembelang meliputi RT 01, 02 RW I dan yang menjadi ketua KSM adalah Bp. Slamet. Usulan ini muncul karena jalan lingkungan tersebut masuk kategori jalan tanah belum ada perkerasan, padahal mobilitas warga dijalan tersebut cukup tinggi, karena diwilayah tersebut banyak pelajar (terutama pelajar SDN Rowobelang 1), ada yang berprofesi sebagai guru/pengajar, karyawan swasta/petani, bahkan terdapat wirausaha peternakan ayam, mereka mengandalkan jalan tersebut sebagai salah satu akses untuk menunjang aktifitas keseharian mereka.
Wilayah Tembelang RT 01, 02 RW I terdapat kurang lebih 120 rumah mukim dan 230 warga dewasa, kesulitan warga dan anak sekolah waktu itu adalah saat musim hujan, sebab jalan menjadi becek dan licin akibat dari lumpur tanah merah, jika musim kemarau juga menyisakan debu bagi pengguna jalan dan warga sekitar. Sehingga usulan kegiatan tersebut masuk skala prioritas dari hasil musyawarah/rembug warga ditingkat desa, yang dipandang dari segi kemendesakan dan kemanfaatan.
Kegiatan perkerasan jalan ini tertuang di Berita Acara Penetapan Prioritas Usulan Kegiatan (BAPPUK) ke-2 (dua) dengan anggaran biaya Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) P2KP sebesar Rp. 20.500.000,- dengan volume rencana Panjang = 260 mtr dan Lebar = 1,8 mtr, serta didukung dari swadaya masyarakat dengan berbagai macam konstribusinya. Implementasi dana BLM P2KP pada kegiatan ini terealisasi pada tanggal 08 Juli 2008 tahap 1 (pertama) dengan mekanisme tahapan pencairan (30%, 60%, 10%). Saat kami menemui Bpk. Warmudji (Koor. BKM SUMBER MAKMUR) beliau menyampaikan ”atas nama warga kami menyampaikan rasa syukur dan terimakasih dengan usulan kegiatan jalan lapen bisa didanai dari BLMP2KP serta tidak masuk negative list P2KP”. Selanjutnya kami menanyakan mengapa dipilih pembangunan jalan, beliau menjawab ”selain menjadi skala prioritas, pengerjaan jalan ini bisa dikerjakan oleh warga kami dan sudah umum dikerjakan oleh warga desa Rowobelang pada khususnya, sebab sebagian warga juga ikut terlibat dalam pekerjaan menata agregatnya, sekaligus sewa Slendher/Walles dari warga kami juga mempunyai kenalan yang bisa diajak kerjasama”.
Waktu pelaksanaan, warga sekitar mengagendakan kerja bhakti dengan cara digilir tiap RT, yang dimulai dari jam 08.00 – 16.00 WIB. Pekerjaan tersebut memerlukan waktu hampir setengah bulan, pada waktu itu warga yang menjadi tenaga kerja mengalami kesulitan saat pengerjaan penataan batu, karena diperlukan tenaga khusus/ahli sebagai pembimbing lapangan. Kebetulan waktu itu ada seorang yang pengalaman dalam bidang konstruksi jalan lapen, beliau bernama Bpk. Nudi, sehingga warga/tenaga kerja bisa melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai standar kelayakan/teknis dan bisa bermanfaat bagi penggunan jalan dan lingkungan sekitar, tambahan pernyataan dari Bpk. Warmuji.
Mengingat pentingnya kegunaan dan fungsi jalan tersebut, dari warga sekitar dengan semangat dan optimis, jalan tersebut harusb selesai sesuai dengan volume rencana jika dimungkinkan bisa melebihi target. Hal tersebut dapat dibuktikan munculnya konstribusi swadaya tidak hanya pada tenaga kerja saja, melainkan juga ada yang menyumbangkan uang, sehingga pada ahkir pelaksanaan diukur dengan hasil yang bagus dan volume melebihi rencana menjadi 2 x 300m dari 1,8 x 260m.
Dari hasil pantauan dilapangan, kegiatan tersebut masih memerlukan sarana pendukung/pelengkap jalan, yaitu adanya drainase pada bahu jalan dan penerangan jalan, sementara ini warga membuat parit jalan untuk aliran air. Semoga dari warga masyarakat pada umumnya dan khususnya bagi desa Rowobelang kedepan lebih peduli pada lingkungan sekitar, sebab sebagian besar warga menyatakan, menginginkan agar program semacam ini ada terus guna membangun desa, karena dalam program ini warga sangat antusias sekali dalam berpartisipasi di setiap kegiatannya karena program ini mengedepankan transparansi sehingga masyarakat lebih percaya terhadap program PNPM Mandiri perkotaan (Sumber Tim : 55 Kab. Batang)

23 January 2010

KUNJUNGAN KERJA MENKO KESRA H. AGUNG LAKSONO DI KABUPATEN BATANG

Kunjungan kerja Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) pada hari Senin tanggal 29 Desember 2009 di kabupaten Batang dalam rangka melakukan evaluasi terhadap program Penanggulangan kemiskinan yang sudah dilaksanakan khususnya adalah yang di fasilitasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri sekaligus penyerahan Lokasi & Alokasi bantuan langsung masyarakat (BLM) tahun 2010, penyerahan BLM Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK) untuk 16 Desa/Kelurahan dan Penyerahan KUR (Kredit Usaha Rakyat) oleh 3 Bank Pelaksana (Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI)

Acara Kungker dipusatkan di Pendopo Kabupaten Batang di Jl. RA.Kartini No.1 batang dalam kunjungannya Menko Kesra berserta Rombongan menggunakan kereta Api Khusus “Wijayakusuma” rombongan disambut oleh Bupati Batang H. Bambang Bintoro,SE , Seluruh kepala SKPD dinas Instansi, Muspida tingkat Provinsi dan Daerah, camat , serta DPRD Kabupaten Batang di Stasiun Kerata Api Batang,

Dalam Sambutannya Bupati Batang H. Bambang Bintoro “ mengucapkan terimakasih atas kunjungan kerja Menko kesra beserta rombongan di Batang hal tersebut sebagai wujud dari perhatian pemerintah pusat kepada pemerintah Daerah serta menyampaikan bahwa Luas wilayah Kabupaten Batang adalah 788.642 km2. Terbagi dalam 15 wilayah kecamatan dan 248 desa/kelurahan, 969 dukuh, 3.676 RT dan 1.036 RW.

Penduduk di Kabupaten Batang berdasarkan hasil regristrasi akhir tahun 2008 tercatat berjumlah = 703.984 jiwa yang terdiri dari 351.235 jiwa penduduk laki-laki dan 352.749 jiwa penduduk perempuan Rasio jenis kelamin (rasio penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan) sebesar 99,57 Jumlah Rumah tangga = 192.602 Jumlah RT PPLS (RTM) = 77.411 % terhadap PPLS = 40,19 (sumber : BPS, tahun 2008) Dengan besarnya angka kemiskinan di Kabupaten Batang maka upaya-upaya penanggulangan kemiskinan terus dilaksanakan sesuai dengan Perpres nomor 54 tahun 2005 dan telah diperbaharui sesuai dengan Perpres nomor 34 tahun 2009 dan Permendagri nomor 13 tahun 2009 telah membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dalam upaya penanggulangan kemiskinan , program program yang sedang dijalankan di kabupaten Batang tahun 2009 adalah :

KELOMPOK PROGRAM I : Bantuan & Perlindungan Sosial

1. Dibidang Kesehatan JAMKESMAS anggaran APBN Rp 5.432.799.630,

2. Program Sanitasi dan Air Bersih (PAMSIMAS) Lokasi di 15 Desa untuk 6 kecamatan Jumlah BLM APBN Rp 2.887.500.000, DDUPB APBD Rp 412.500.000,

3. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) Lokasi 16 Desa di 8 Kecamatan dengan alokasi BLM APBN Rp 4.000.000.000 Pendampingan APBD (BOP) Rp 112.500.000

4. Program Kelompok Belajar Usaha (KUB) dari Diknas Lokasi di 5 Kecamatan anggaran APBN Rp. 50.000.000,-

5. Live Skill dari Disnakertran lokasi 3 Kecamatan Anggaran APBN Rp. 90.000.000,-

6. Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) lokasi di 4 Kecamatan anggaran APBN Rp 110.000.000,-

7. Subsidi untuk beras Miskin (RASKIN) Lokasi 248 Desa/ Kelurahan Jumlah Bantuan 14.039.280 Kg

KELOMPOK PROGRAM II : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

1. PNPM Mandiri Perdesaan Lokasi di 175 Desa, 10 Kecamatan dengan anggaran BLM APBN Rp 24.000.000.000,- DDUPB APBD (SHARING BLM ) Rp 6.000.000.000,-

2. PNPM Mandiri Perkotaan (P2KP) Lokasi di 39 Desa/Kelurahan dan 2 Kecamatan anggaran BLM APBN Rp 5.880.000.000,- DDUPB APBD Rp 1.470.000.000,-

3. PNPM MANDIRI Kelautan dan Perikanan Lokasi di 2 Desa, 1 Kecamatan dana BLM APBN Rp 562.320.000,-

4. Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Lokasi di 19 Desa di 12 kecamatan dana BLM APBN Rp 1.900.000.000, Pendampingan APBD (BOP) Rp 50.000.000,-

5. Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi sasaran 25 KK jumlah anggaran APBD Rp 92.500.000,-

6. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja (PKPTK) Lokasi di 6 Kecamatan anggaran BLM APBN Rp 836.230.000,-

7. Bantuan Stimulan Pembangunan Perumahan Swadaya (BSP2S) Lokasi di 5 Desa/Kelurahan, meliputi 4 Kecamatan Anggaran APBN Rp 570.000.000,- Anggaran APBD Provinsi Rp 75.000.000 Anggaran APBD Rp 300.000.000,-

8. Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK)/ND Lokasi 16 Desa dan 2 Kecamatan dengan alokasi BLM APBN Rp. 16.000.000.000,-

KELOMPOK PROGRAM III : Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil

1. Kredit Usaha Rakyat (KUR) Lokasi di 20 Unit BRI Batang Jumlah dana yang telah disalurkan Rp 35.740.750.000 dengan jumlah peminjam 7.881 orang

2. Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Lokasi di 15 Kecamatan , Sasaran 35 Kelompok Swadaya Anggaran APBN Rp 175.000.000,-

Dari 17 Program diatas pemerintah daerah tetap berkomitmen terhadap Penanggulangan Kemiskinan melalui Dana Daerah untuk Urasan Bersama DDUB APBD Kabupaten Batang untuk BLM berjumlah : Rp 12.523.800.000,- PAP : Rp 2.114.500.000

Selain 17 Program diatas pemerintah kabupaten Batang juga mempunyai kebijakan sesuai dengan kearifan lokal dalam rangka Penanggulangan Kemiskinan antara lain:

1. Replikasi PNPM MANDIRI Perkotaan di 2 Kelurahan

2. Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni

3. Bantuan Aspal Desa & Paving

4. Puskesmas Gratis

5. Bantuan Pengembangan Pasar Desa

6. Bantuan Percepatan Pemerataan Pembangunan Desa

Sedangkan untuk tahun 2010 melalui PNPM Mandiri Kabupaten Batang memperoleh kenaikan Anggaran BLM yang semula 39,48 Milyar di tahun 2009 menjadi 39,82 Milyar ditahun 2010 disamping itu ada pula program penguatan melalui PNPM Mandiri Pertanian (PUAP), PNPM mandiri Kelautan dan perikanan serta PNPM Mandiri Perumahan dan Permukiman pada akhir sambutannya Bupati Batang H. Bambang Bintoro,SE berharap Program PNPM Mandiri dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat “sebab di Batang masih banyak sekali rumah tangga miskin, rumah tidak Layak yang belum terentaskan”

Sementara itu dalam sambutannya H.Agung Laksono “ Menyampaikan bahwa dalam rangka percepatan pembangunan dan mengurangi pengangguran pemerintah telah melakukan sinergitas terhadap berbagai program dan Anggaran penanggulangan kemiskinan yang diimplementasikan secara nyata melalui tiga Pilar, pertama Bantuan dan Perlindungan Sosial Kelompok Sasaran rumah tangga miskin dan hampir miskin yaitu melalui bantuan Raskin, BLT, Jamkesmas, beasiswa bagi siswa miskin kedua Pemberdayaan Masyarakat melalui PNPM mandiri dengan melakukan pendampingan terhadap desa/ Kelurahan melalui pemberdayaan masyarakat dimana masyarakat yang merencanakan dengan menentukan anggaran agar tepat sasaran dan tepat guna, setelah merencanakan lalu melaksanakan kegiatannya sendiri dengan jalan swakelola serta mengevaluasi dan memeliharanya sendiri dengan kelompok kelompok masyarakat yang sudah ada, ketiga Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui KUR dengan jalan menyalurkan kredit kepada masyarakat melalui Bank Bank Pelaksana KUR dan pemerintah bertekad untuk terus memberi perhatian bagi perbaikan dan kesempatan masyarakat untuk berusaha” Menko Kesra juga berharap agar pelaksanaan PNPM Mandiri dapat dilakukan secara menyeluruh di semua sektor disamping itu juga dalam pelaksanaanya harus melibatkan Partisipasi masyarakat dan partisipasi kaum perempuan disetiap tahapan kegiatannya serta juga melibatkan peran dari swasta .

Dalam acara kunjungan kerja tersebut juga di lakukan penyerahan secara simbolis Daftar Lokasi dan Alokasi PNPM Mandiri tahun 2010, Penyerahan BLM PLPBK kepada 16 desa/Kelurahan oleh Menko Kesra, serta penyerahan KUR (Kredit Usaha Rakyat) oleh masing masing pimpinan Bank pelaksana (BRI, Mandiri, BNI) kepada Kreditur.

Acara diakhiri dengan melihat stand Pameran dari 6 Program PNPM Mandiri yakni stand PNPM Mandiri Perkotaan yang menampilkan produk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) atau hasil binaan dari Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM/BKM) antara lain produk anyaman Bambu, Batik Kas Batang, Celana Jeans produk Lokal, Batik Tulis dan Cap, produk Tenun, Kue, Keripik kulit dan pelampung Ikan laut kas Batang, peragaan membatik dan anyaman bambu serta Foto foto kegiatan selama pendampingan tahun 2009, Stand PNPM Mandiri Perdesaan juga menampilkan produk hasil binaan UPK (Unit Pengelola Kegiatan, Stand PNPM Mandiri Perikanan dan Kelautan menampilkan hasil binaannya seperti Terasi udang, Bandeng Presto khas Batang dan hasil laut lainnya , Stand PNPM Mandiri Pertanian (PUAP) menampilkan hasil budidaya pertanian, Stand PNPM Mandiri Perumahan dan Permukiman serta Bank pelaksana program KUR .

(sumber : Imam Zamroni-Korkot Kab. Batang)