Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

31 December 2008

Monitoring pelaksanaan Pencairan Dana BLM Tahap II PNPM Mandiri Perkotaan oleh Wakil Bupati Batang

Wakil Bupati Batang Drs.H.Achfa Mahfudz,M.Si disela sela tugasnya meluangkan waktu untuk ikut terlibat dalam kegiatan Pencairan BLM II di Kecamatan Batang pada tanggal 6 Oktober 2008. Pemerintah dalam pembangunan sekarang ini berperan sebagai fasilitator bukan sebagai aktor dalam kegiatan pembangunan ,masyarakatlah yang berperan sebagai aktornya, ”Maju mundurnya desa / kelurahan tergantung dari masyarakat itu sendiri, pemerintah hanya memberikan fasilitas stimulan dana pembangunan dan selebihnya menjadi peran dan tanggungjawab masyarakat untuk menindak lanjuti terwujudnya suatu kegiatan pembangunan” ungkap beliau
(Drs.H.Achfa Mahfudz, M.Si) ketika menghadiri Pencairan Dana di Desa Cepokokuning kecamatan Batang. Sedangkan kepala desa Cepokokuning dalam sambutannya (Drs.Subakoh) menyampaikan kekhawatirannya juga terhadap BLM II PNPM Mandiri Perkotaan ini karena kurang satu bulan lagi akan diadakan Pemilihan Kepala (PILKADES) Desa yang baru, beliau mengatakan ”Saya dan BKM Cepoko Makmur menjadi sangkaan masyarakat mengenai dana BLM Tahap II yang belum cair ke KSM , bahkan lebih ekstrim lagi masyarakat ada yang berprasangka bahwa uangnya saya pakai.... (kades:red)” Apalagi pada Bulan ini dalam situasi yang demikian dapat dimanfaatkan untuk memperkeruh keadaan dalam rangka menjelang pesta demokrasi PILKADES di Desa Cepoko Kuning. Dengan pernyataan tersebut akhirnya Kades Cepoko Kuning memohon kepada Bapak Wakil Bupati untuk dapat mengklarifikasi kepada warganya agar suasana tersebut dapat mendinginkan keadaan sehingga pelaksanaan kegiatan BLM tahap II PNPM Mandiri Perkotaan dan dana dana yang bersumber dari program lain yang teralokasikan di desanya bisa berjalan dengan baik dengan demikian Kades lama tidak menjadi buruk sangka di mata masyarakat. Acara diakhiri dengan penyerahan BLM tahap II oleh Bapak wakil Bupati Batang dan berpesan kepada masyarakat agar setelah menerima dana tersebut segera melaksanakan kegiatan sesuai dengan peruntukannya, dan bila mengalami kendala dan permasalahan segera konsultasikan dengan fasilitator pendamping atau Korkab agar hasil kegiatan tersebut dapat dilaksanakan maksimal dalam suasana yang kondusif.
( Sumber : Tim faskel 55 )

BLM PNPM Mandiri Perkotaan " Berkah bagi Dukuh Rowoadi Kidul Desa Pejambon Kecamatan Warungasem yang Mendambakan Air Bersih"

Desa pejambon merupakan salah satu desa di kecamatan warungasem yang mendapatkan Program PNPM-P2KP.Jumlah penduduknya kurang lebih 1.342 jiwa,tersebar di 5 RW,5 RT.Alokasi dana yang di terima desa pejambon adalah sebesar 200 juta.
Nurhasanah,Koordinator BKM bersatu pejambon menjelaskan bahwa warga di lingkungannya sangat senang dan mendukung dengan adanya program PNPM-P2KP,hal itu di buktikan oleh warga dengan adanya swadaya warga saat membangun kegiatan lingkungan di wilayahnya”paparnya.
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa dana BLM I yang telah di salurkan sebanyak 40 juta dengan perincian: pertama pembangunan talud,pembangunana sarana air bersih dan posyandu lansia.
Salah satu Ungkapan rasa syukur disampaikan oleh wasturi salah satu anggoata BKM karena salah satu program di lingkungannya sangat dirasakan oleh warga masyarakat di sekitarnya yaitu pembangunan sarana air bersih,walaupun dengan dana yang minim sebesar 10 juta, yang dilaksanakan oleh KSM “Adi Makmur” rowadi kidul.
KEMITRAAN DENGAN PLN
Proyek ini selesai tinggal satu permasalahan lagi mengenai listrik guna menjalankan mesin pompa air. Gagasan untuk listrik timbul dari seorang anggota BKM yang juga perngakat desa di daerah tersebut. Dengan atas nama BKM dan KSM Adi Makmur sebagai perwakilan suara rakyat yang diketahui kepala desa mengajukan permohonan ijin penyambungan daya listrik ke KKP (Kantor Kebersihan dan Pertamanan) kab. Batang. Permohonan di kabulkan dan ditandatangani oleh kepala KKP kab. Batang BP. Sugiatmo SH, MM. penyambungan listrik harus melalui persetujuan PLN, maka dari KKP permohonan dan berkas-berkas di ajukan ke kantr PLN Kab. Batang. Proses tembusan di PLN tidak langsung beres, masih ada persyaratan yang harus dipenuhi yaitu pembelian kilometer listrik dan penanggungan biaya listrik per bulan oleh PEMDA. Dari pihak PLN survey ke tempat lokasi pengajuan pompa air. 1 minggu kemudian listrik tersambung dan bisa di operasikan. Mendengar kabar tersebut warga sangat gembira, terlebih air sudah sampai di depan perumahan warga.
Lepas dari proyek, kini dukuh rowadi Kidul berupaya untuk mandiri. System pemeliharaan hasil proyek berupa pembangunan sarana air bersih sudah menjadi tanggung jawab warga setempat. Masyarakat pengguna air kini mulai dapat merasakan manfaatnya dan selanjutnya secara rutin pengguna air di adakan iuran pembayaran pemeliharaan sarana air bersih setiap bulan yang di urusi oleh KPP (Kelompok Pemanfaat dan pemelihara). Terima Kasih P2KP, karenamu kami Maju???. (Sumber : Tim Faskel 58)

Profil Relawan : Sang " DIPO "

Siang itu sorot matahari dilangit Desa Klidang Lor terasa panas, diujung Gang Bandeng yang menuju pusat kegiatan pemerintahan Desa Klidang Lor nampak Tenda Hijau terang tegak berdiri. Didalamnya seseorang sedang sibuk mengerjai rambut kepala, yang semula acak-acakan siap dibuat rapi dan klimis.
Disisi pintu masuk tenda Hijau itu tertulis dengan komunikatif, “ POTONG RAMBUT BERKAH, DENGAN Rp 3.000 JADI RAPIH:, PRAKTIS, EKONOMIS DAN KLIMIS, “
Sang Penjagal rambut itu adalah DIPO SUJARWO, anggota BPD Desa Klidang Lor yang sejak Nopember 2007 menjadi anggota UPL (Unit Pengelola Lingkungan) BKM Jaya Samudera, Desa Klidang Lor, Kec.Batang.
Disela-sela kesibukannya sebagai Tukang Potong Rambut dan salah satu anggota BPD desa Klidang Lor,Bapak dari tiga orang anak ini masih aktif dan menyempatkan diri berkiprah sebagai pelaku program PNPM Mandiri Perkotaan terlebih posisi di BKM Jaya Samudera sebagai Manager UPL (Unit Pengelola Lingkungan).
Dipo, begitu panggilan akrabnya, menuturkan bahwa sampai saat ini BLM PNPM P2KP telah dicairkan di desa Klidang Lor sebesar 60 juta rupiah. Dana tersebut telah terserap seluruhnya ditahap satu ke 5 (lima) KSM lingkungan dan diprioritaskan menjadi kegiatan pembuatan saluran air.
Berkiprah di UPL BKM Jaya Samudera Desa Klidang Lor , pria lulusan SMA ini, menambahkan bahwa ketertarikannya untuk ikut andil dalam penanggulangan kemiskinan di Desa Klidang Lor diawali ketika dia mengikuti pelatihan dasar relawan warga sebelum tahap lanjut ke pembangunan BKM. DIPO terketuk rasa ingin tahunya, tertarik dan tergerak hatinya untuk ikut andil dalam kegiatan-kegiatan dan upaya PNPM Mandiri merintis pengentasan kemiskinan di beberapa desa, termasuk Desa Klidang Lor.
Saat itu ada beberapa Relawan yang tampil senagai calon Manager UPL, namun setelah musyawarah yang cukup alot ditingkat BKM “Selanjutnya forum sepakat memilih Dipo sebagai manajer UPL di BKM Jaya Samudera.”
Desa Klidang Lor merupakan salah satu desa pesisir di kecamatan Batang yang berbatasan langsung dengan desa Klidang Wetan dan Kelurahan Karangasem Utara. Bagian utara Desa Klidang Lor adalah hamparan laut Utara Jawa Tengah. Saat musim air pasang, maka air ROB masuk kedaratan Desa Klidang Lor. Dimasa lalu sebelum saluran drainase ditata ulang daya tampung airnya maupun bentuk teknisnya, maka air ROB yang mengeram didaratan Klidang Lor sulit sekali mengering, antara lain karena disebabkan Teknik pembuatannya oleh pemborongnya kurang sesuai, tapi dengan dilakukannya pembangunan secara pembentukan KSM yang partisipartif dan adil serta transparan maka pembangunan yang dilakukan menjadi sangat terjamin mutu-kualitasnya.
Saat ini UPL belum sibuk lagi, karena BLM II untuk Alokasi Desa Klidang Lor belum cair, maka Dipo kembali sangat sibuk ditenda hijaunya yang selalu ada saja pasien Potong Rambutnya. “ Saya tidak mencari penghidupan dari kegiatan di desa dan PNPM Mandiri, ekonomi keluarga saya cukupi dengan Keahlian ini” ( Potong Rambut maksudnya). Dengan 3000 Rupiah saja masyarakat sekitar bisa memperoleh kerapihan rambut yang memadai, rapi- climis dan ciamis“ Hitung-hitung membantu warga yang tidak cukup banyak uangnya untuk potong rambut. “ Demikian kata Dipo. Sesuai dengan nama kiosnya “ BERKAH” Semoga saja keberkahan selalu menyertai Dipo yang rajin, ulet dan mandiri, layaknya cita-cita Program PNPM Mandiri, yaitu Kemandirian.
(Sumber : Tim Faskel 54)